Jakarta, Selular. ID – Pada tahun 2020 dilaporkan terdapt 67 miliarder di Beijing. Namun saat ini berdasarkan laporan terbaru Forbes, jumlah itu melonjak tajam menjadi 100 hartawan, dan Warga Beijing terkaya di dalam catatan Forbes salah satunya adalah Zhang Yiming pendiri aplikasi video TikTok, tempat juga menjabat pimpinan eksekutif ByteDance, perusahaan induk permintaan berbagi video pendek tersebut.

Kini berdasarkan laporan tersebut, Yaming diprediksi memiliki kekayaan hingga menyentuh US$35, 6 miliar atau Rp518 triliun, berkat menampar terjangnya di dunia teknologi, dan kepopuleran melalui permintaan Tiktok.

Jauh sebelum sukses seperti saat ini, Zhang merupakan seroang pekerja biasa. Setelah lulus lantaran Universitas Nakai, jurusan teknik perangkat lunak pada 2005 silam, ia langsung mendapat pekerjaan di sebuah website untuk booking perjalanan bernama Kuxun.

Mengucapkan juga:   Hikmah Dengan Bisa Dipetik Dari Hengkangnya LG Dari Bisnis Smartphone

Dalam tarikh pertamanya, Zhang hanyalah seorang staf karyawan biasa. Namun memang pria kelahiran satu April 1983 ini terkenal sebagai sosok yang gigih dan pekerja keras,   juga ditopang dengan pengetahuan mendalam dibidang komputer, pada tahun kedua Zhang langsung dapat dipercayai untuk mempunyai tanggung jawab posisi back end technology, serta suruhan lain terkait produk pada mana menjadi tempat belajarnya.

Pada tahun 2008, Zhang meninggalkan Kuxun untuk bekerja di Microsoft, meski berada diperusahaan manusia besar teknologi ia tak merasakan bahagia, justru sebaliknya peraturan yang ketat dari perusahaan membuatnya tak betah, maka memutuskan untuk keluar di 2009.

Dan pasca keluar dari Microsoft itu lah Zhang mulai merintis start-up, saat itu ada moment Kuxun diakuisisi oleh Expedia, Zhang mengambil alih bisnis pencarian real estate Kuxun itu dan memulai 99fang. com, sebagai perusahaan pertamanya.

Selain itu pada 2012, pengamatan bisnis bidang teknologi Zang serupa teruji ketajamanya. Ketika dia melihat para pengguna hp cerdas di China betul membutuhkan informasi, di danau ia membuat aplikasi berita Toutiao di bawah ByteDance, dan hanya butuh periode 2 tahun aplikasi tersebut sudah menarik lebih dibanding 13 juta pengguna pada setiap hari. Sequoia Capital makin sampai datang untuk menyelenggarakan investasi sebesar US $ 100 juta di perusahaan tersebut pada tahun 2014.

Baca juga:   Implementasi 5G di Tanah Air Semakin ‘Terang’

Lalu Zhang ditugaskan fokus terhadap perluasan jalan yang dimiliki ByteDance dengan global. Dan lagi-lagi dia tidak memiliki pemikiran umum pengusaha teknologi China, yang berfokus pada pertumbuhan domestik perusahaan.

Pada saat itu Zhang bersitegang untuk mendorong aplikasi dengan dapat menunjang produktivita kerja milih ByteDance, yaitu Lark untuk memiliki pasar yang besar, dengan menargetkan Amerika, Eropa, dan Jepang, daripada membatasi fokus ke China seperti yang diusulkan semula.

Dan dengan menarik, Zhang yang pekerjakeras kemudian tegas, dan gigih ini, secara konsep hidup sangat manarik. Tak ubahnya seperti mark Zuckerberg yang santai, tanpa gap kepada karyawanya. Bahkan ia serupa enggan dipanggil bos atau CEO, tentu ini diluar kebiasaan perusahaan di China.

Titik puncak karir Zhang ada di September 2015 dimana ByteDance meluncurkan aplikasi berbagi videonya TikTok (dikenal sebagai Douyin di Cina).   Pendirian sosial media yang simple dan menyenangkan, produk buatan Zhang ini langsung mencuri hati kalangan milenial, serta menjadi populer di seluruh dunia. Ditambah strategi Zhang ketika membeli Musical. ly di 2016 seharga US $ 800 juta semakin memperlancar lajur kesuksesan Tiktok.

Baca pula:   Xiaomi dan Oppo Garap Chip 5G Tunggal

Aplikasi yang identik dengan video kompak itu, tampil dengan sangat luwes dan menyenangkan sebab tersamat dengan berbagai irama di dalamnya, dan pada tahun 2018. Tiktok dibawah tangan digin Zhang lulus mengantongi 1 miliar pengguna bulanan di seluruh penerapan selulernya.

Dalam moment itu ByteDance, menjadi perusahaan teknologi potensial bernilai US $ 75 miliar, melampaui Uber untuk menjelma perusahaan rintisan paling bernilai di dunia. Dan tentunya dibalik kesuksesan itu tersedia peran Zhang yang berpengaruh, pundi-pundi miliknya saat tersebut semakin tebal diperkirakan menyentuh $ 22, 6 miliar, dan di 2018 dia didapuk menjadi orang terkaya ke-9 di Tiongkok walaupun usianya masih muda.

Sosok Jelas

Peristiwa yang bisa kita petik dari sosok bos Tiktok ini ialah, bagaimana ia memanfaatkan segala kesempatan dengan baik, berikut juga secara jernihnya  pandangan saat mengeksekusi usaha.

Ia berprinsip, dan diterapkannya secara konsisten selama meniti karier adalah selalu melakukan dengan terbaik di posisi apapun ia bekerja termasuk dalam pekerjaan pertamanya ketika dalam Kuxun.

Dan prinsip itu juga tercermin saat dia sudah menduduki jabatan istimewa ByteDance, saat ia di bidang teknologi mendapati rekannya kesulitan dalam tim produk. Zhang tak tinggal hidup justru berusaha untuk menganjurkan bantuan.

Walau banyak yang mengatakan kalau ia tak seharusnya melakukannya. Namun Zhang yakin mengecap tanggung jawab dan rencana untuk melakukan hal yang terbaik akan membawanya ke sesuatu yang besar.

Baca juga:   TWS dengan ANC Realme Buds Air 2 Lekas Meluncur di Nusantara

Lalu sosok tegasnya juga terlihat ketika dia menolak pinangan Microsoft dalam 2020. Ada banyak rencana dibaliknya, dan salah satunya ialah Zhang dilaporkan kecil akibat pernyataan Microsoft Dengan menyebut TikTtok sebagai risiko atau masalah keamanan yang bisa diperbaiki oleh Microsoft. Pernyataan ini mencuat di saat proses tawar-menawar dengan pemerintah AS dan sejumlah lembara negara setempat.

Walhasil, Zhang hati dan disinyalir langsung menentang tawaran Microsoft, meski total tawaran yang disiapkan Microsoft terbilang cukup fantastis, yaitu konon lebih dari 20 miliar dollar AS ataupun sekitar Rp 296 triliun.

Hal itu juga menegaskan kembali bagaimana Zhang sebagai pelaku start-up sangat betul menjaga usahanya secara baik, dengan berorientasi pada solusi bagi platformnya.

Sehingga intergritas Zhang sebagai pelaku usaha dibidang teknologi, lagi-lagi sangat teruji. Segepok uang dengan diberikan tidak bernilai baginya, apalagi sudah menyangkut perkara semangatnya membangun usaha yang ujungnya bagi Zhang setidaknya mampu berkontribusi bagi klub luas.