Jakarta, Selular. ID – Produsen ponsel nomor satu Samsung akan menggelontorkan investasi sebesar Rs 4. 825 crore buat merelokasi unit produksi layar ponsel dan TI dari China ke kawasan Uttar Pradesh, kata pemerintah negara bagian.   Kabinet pemerintah yang dikepalai oleh Ketua Menteri Yogi Adityanath menyetujui insentif khusus untuk Samsung Display Noida Private Limited pada Jumat (11/12).

“Ini adalah proyek cara tinggi pertama dari perusahaan multinasional Korea Selatan yang didirikan pada India setelah pindah dari China. Dengan relokasi itu India hendak menjadi   negara ketiga pada dunia (selain Korea Selatan) yang memiliki unit seperti itu, ” kata juru bicara pemerintah di sebuah pernyataan.

Kilang baru itu diharapkan dapat memanifestasikan lapangan kerja langsung sebanyak 510 orang, selain memberikan lapangan kegiatan tidak langsung.   Samsung zaman ini membuat lebih dari 70 persen dari total produk bentuk yang digunakan di TV, ponsel, tablet, jam tangan, dan produk elektronik lainnya. Saat ini vendor yang berbasis di Seoul tersebut, memiliki pabrik yang sama tiga negara masing-masing di Korea Daksina, Vietnam, dan China.

Sebelumnya Samsung telah memiliki bagian manufaktur di India yang disebut-sebut sebagai pabrik ponsel terbesar pada dunia. Pabrik yang terletak pada Noida, diresmikan oleh Perdana Gajah Narendra Modi pada tahun 2018. Sejauh ini Samsung telah menggelontorkan nilai investasi sebesar Rs 4. 915 untuk pembangunan pabrik itu.

Terletak di India utara, pendirian pabrik di Noida bertujuan untuk melipatgandakan produksi handset dan mengamankan posisi teratas dalam India.   Produksi dari kilang itu, membantu Samsung memenuhi tingginya permintaan domestik, terutama smartphone yang terus merangkak naik. Hal itu seiring dengan meningkatnya pertumbuhan layanan data oleh masyarakat India, sebab penerapan tarif data murah dengan dipicu oleh kehadiran operator hangat, Jio Reliance.

Untuk Samsung, langkah ini juga menganjurkan keuntungan waktu ke pasar ( a time to market advantage ) atas para-para rivalnya, terutama vendor China yang selama ini masih mengandalkan sarana R& D dan juga penerapan komponen di negeri asal itu.

Meski fokus di permintaan domestik, Samsung juga bakal menggunakan fasilitas tersebut sebagai sarana untuk memenuhi permintaan smartphone ijmal yang mulai merangkak naik, setelah sebelumnya sempat menurun karena pandemi corona.

Kehadiran kilang Samsung di India akan positif mengembalikan keunggulan vendor asal jati ginseng itu di tengah perlombaan yang semakin ketat. Saat tersebut Samsung terlibat persaingan sengit secara Xiaomi dan Apple. Chaebol Korea itu, kini berada di gaya kedua perusahaan smartphone terbesar India, sedangkan posisi pertama diduduki sebab Xiaomi.

Keputusan Samsung merelokasi pabrik layar ponsel ke India sejalan dengan upaya perusahaan untuk kembali ke posisi teratas di pasar domestik. Di sisi lain chaebol Korea itu, pada awal pekan ini mengatakan kalau mereka merencanakan inisiatif baru di bidang manufaktur di India untuk menjadikannya pusat manufaktur dan ekspor elektronik.