Jakarta, Selular. ID – Prancis bakal menerima sekitar 2, 8 miliar euro ($ 3, 3 miliar) dari hasil penjualan spektrum 5G setelah lelang yang berakhir di dalam Kamis (1/10/2020).

Seperti dilansir dari Economic Times, enam operator selular pada negara itu, masing-masing Orange, SFR Altice Europe, Bouygues Telecom dan Iliad bersaing untuk mendapatkan 11 blok 10 Megahertz (MHz), ataupun 110 MHz.

Setelah 17 putaran selama tiga hari, biaya satu blok mencapai harga akhir sebesar 126 juta euro. Sehingga harga total untuk seluruh spektrum menjadi 2, 8 miliar euro, kata sumber.

Oranye diprediksi memenangkan empat blok, diikuti oleh SFR (3 blok), Bouygues Telecom (2 blok) dan Iliad (2 blok). Sejauh ini regulator telekomunikasi Prancis Arcep, yang menyoroti pelelangan, menolak berkomentar.

Pelaksanaan lelang spectrum 5G di Perancis diketahui menikmati penundaan. Sebelumnya lelang dijadwalkan pada April lulus, tetapi Arcep menunda proses yang sebelumnya sudah berlangsung karena pemerintah Perancis berusaha menahan penyebaran Covid-19.

Sebab keterlambatan tersebut, Arcep memutuskan untuk mengurang kewajiban bagi operator untuk meluncurkan layanan 5G di kecil dua kota pada 2020.

Sekedar diketahui dalam rencana pra-lelang pada Februari 2020, empat operator setempat per Bouygues Telecom, Free Mobile, Orange dan SFR mengambil tawaran makna tetap yang mencakup 50MHz skala yang setara dengan harga €350 juta. Arcep sebelumnya menargetkan mampu mengumpulkan €2, 2 miliar sebab blok frekwensi selebar 11x10MHz.

Langkah lekas Arcep melelang spectrum 5G yang menghasilkan sekitar 2, 8 miliar euro, merupakan babak selanjutnya sesudah otoritas Perancis resmi “melarang” kontribusi Huawei dalam pembangunan jaringan 5G di negara itu.

Dalam pengumuman resmi pada Juli lalu, otoritas P erancis mengatakan kepada operator telekomunikasi yang berencana buat membeli peralatan Huawei 5G bahwa mereka tidak akan dapat memperbarui lisensi untuk peralatan begitu masa kerjasama berakhir. Kebijakan tersebut secara efektif akan menghapus perusahaan China dari jaringan selular di negeri itu.  

Badan keamanan siber Prancis ANSSI mengatakan bahwa pihaknya sedang akan mengizinkan operator untuk memakai peralatan, termasuk Huawei, di bawah lisensi tiga hingga delapan tarikh. Meski demikian, ANSSI mendesak perusahaan telekomunikasi saat ini, agar tidak menggunakan peralatan perusahaan China dan beralih ke penyedia jaringan lainnya.

Pembatasan seperti itu, bagaimanapun, akan menjadi penghilangan secara de facto sebab Huawei dalam jaringan 5G Prancis pada 2028, mengingat kerangka periode singkat dari lisensi yang diberikan kepada operator.