Jakarta, Selular. ID – Lalu lintas jaringan dengan meningkat selama tindakan penguncian Covid-19 (corona virus) tidak menyebabkan lonjakan besar dalam konsumsi energi & emisi karbon, dengan keduanya beberapa besar tetap datar selama periode tersebut. Demikian menurut kajian Perserikatan Selular Dunia (GSMA).

Melalui penelitian pada beberapa bagian operator besar, GSMA menemukan pada banyak kasus penggunaan jaringan elektrik sebagian besar tetap tidak bertukar meskipun komunikasi berbasis suara dan lalu lintas data naik 50 persen atau lebih.

Sebagai contoh, jaringan Telefonica pada Spanyol mengalami peningkatan data mematok 35 persen tetapi tidak berlaku peningkatan konsumsi listrik.

Demikian pula, Inggris dan Jerman mengalami lalu lintas data dengan lebih besar, tetapi itu tidak mengarah pada lonjakan signifikan di penggunaan energi,.

Tatkala operator di kawasan Nordics, Telia, mencatat kenaikan konsumsi listrik kurang dari 1 persen di semesta jaringan selularnya, sementara data selular naik 20 persen.

“Sebagai sebuah industri, kita dapat bangga dengan konektivitas jaringan yang memungkinkan masyarakat dan ekonomi pada masa-masa sulit ini tanpa meningkatkan jejak lingkungan kita, ” sebutan Mats Granryd, Direktur Jenderal GSMA.

GSMA menjelaskan jaringan selular dan tetap dirancang biar seefisien mungkin energi dan pada puncak lalu lintas jaringan menggunakan “kelebihan kapasitas” yang dibangun buat mendukung beban lalu lintas bunga tanpa membutuhkan daya tambahan “.

GSMA menunjuk di data yang dikeluarkan oleh Uni Operator Jaringan Telekomunikasi Eropa (ETNO), yang menyatakan lalu lintas bukti di sektor TIK selama zaman pandemi corona telah meningkat sebesar 1. 100 persen antara 2010 dan 2018. Penggunaan listrik terekam meningkat sekitar 10 persen, namun emisi karbon turun sebesar 40 persen.