Jakarta, Selular. ID – Pembukaan Agustus ini, Honor meluncurkan flagship pertama, seri Magic 3, sejak berpisah sejak mantan induknya Huawei. Varian terbaru itu, menandai kembalinya kiprah perusahaan yang berkeinginan menerobos pasar smartphone ijmal yang semakin kompetitif.

Setelah dijual serta dipisahkan dari Huawei di dalam akhir 2020, Honor dapat memperoleh komponen dari bermacam-macam perusahaan yang sebelumnya dilarang memasok produk tertentu kepada mantan induknya karena sanksi AS.

Akhirnya, flagship Honor menggunakan chipset Qualcomm 5G terbaru. Tetapi pernyataan yang dikeluarkan tak menyebut Google secara spesifik, tetapi perangkat tersebut awalnya akan diluncurkan di pasar China dengan sistem proses Magic UI 5. 0 yang berbasis Android 11.

Seri Magic 3 terdiri dari tiga perangkat: Magic 3 penopang; versi Pro; dan Pro+. Ketiganya hadir dengan chipset Qualcomm Snapdragon 888 Plus 5G, baterai 4600mAh, adang-adang 6, 76 inci, dan pengaturan kamera quad secara modul utama pada per 64MP.

Ketiganya berisi mesin pencitraan AI internal Honor dan bervariasi perangkat lunak lain yang dikembangkan oleh pabrikan penantang. Model dengan spesifikasi bertambah tinggi hadir dengan penyerasian kamera yang ditingkatkan, teknologi layar yang ditingkatkan, serta berbagai peningkatan lainnya.

Perangkat standar & pro memiliki spesifikasi selaku, meskipun yang terakhir ada dengan memori internal yang lebih tinggi. Honor Magic 3 mulai dari €899, Pro berharga €1. 099 dan Pro+ dihargai berangkat €1. 499.

Sejatinya, Seri Magic 3 bukan smartphone pertama Honor sejak “cerai” dari Huawei. Pada Januari 2021, Honor mengumumkan peluncuran V40 5G. Varian ini menandakan sebagai smartphone pertama Honor, setelah perusahaan resmi menjadi milik konsorsium perusahaan baru bernama Shenzhen Zhixin New Information Technology. Seperti halnya Magic 3, Honor V40 5G hanya dijual secara eksklusif untuk wilayah China.

Sejak berpisah daripada Huawei, Honor mengklaim kalau pangsanya telah meningkat menjelma hampir 15% di rekan China. Pertumbuhan positif itu, memperkuat tekad perusahaan yang ingin melanjutkan kembali ambisi global yang sebelumnya macet karena pembatasan AS kepada mantan induk usahanya, Huawei.

Vendor zaman ini memiliki 10. 000 karyawan dan mengklaim telah “berinvestasi besar-besaran” dalam R& D, dengan empat sentral penelitian penuh dan 100 laboratorium di seluruh negeri. Honor juga telah mengajukan 5. 500 aplikasi paten baru dan mengatakan “dengan cepat membangun kembali kemitraan strategis dengan beberapa pemasok top dunia. ”

Pasar Indonesia

Melongok ke belakang, Honor sempat menjadi merek popular di kalangan muda. Dalam China sendiri merek itu terbilang agresif. penjualan online-nya tercatat mengalahkan Xiaomi. Patuh penelitian Sino Market Research, sepanjang 2017 penjualan online Honor di China menembus 54, 5 juta bagian dengan pendapatan 78, 9 miliar yuan. Pencapaian itu cukup untuk mengalahkan Xiaomi yang berada di posisi kedua dengan raihan penjualan 50, 9 juta unit dan pendapatan 63, tujuh miliar yuan.

Sukses di China memproduksi Honor mantap ekspansi ke pasar global, termasuk Indonesia. Tercatat pada Maret 2018, Honor pertama kali menjual produknya di Nusantara, melalui tiga varian, yaitu Honor View 10 dan dua  smartphone   kelas menengah yakni Honor 7X, dan Honor 9 Lite. Kehadiran Honor disambut suka cita oleh konsumen Indonesia. Terbukti saat pemasaran perdana secara flash sale di platform e-commerce Nusantara, Shopee, Kamis  (5/4/2018), smartphone tersebut ludes terjual cuma dalam hitungan waktu 60 detik saja

Setelah tiga varian pertama itu, Honor rajin mengguyur pasar Indonesia setiap tahunnya, dengan beragam model yang mampu memikat kalangan bujang yang merupakan pasar utamanya.

Sepanjang 2019 saja,   Honor menghadirkan sejumlah varian seperti Honor 10, Honor 20 Pro, Honor View 20, Honor Play, dan Honor 8X.

Khusus varian Honor 8X berhasil memenangkan penghargaan“Best performance smartphone” pada ajang Selular Award 2019. Varian layak menyandang menyelenggarakan “Best performance smartphone” sebab Honor 8X merupakan hp pertama dengan chipset Kirin 710. Walaupun hanya mempunyai baterai berkapasitas 3750 mah, Honor 8X memiliki gaya yang dapat bertahan seharian.

Sayangnya, paksa pertumbuhan Honor di Indonesia terhenti, pasca pemberlakuan sanski Amerika Serikat terhadap Huawei pada 2019. Sejak akhir 2019, vendor tak teristimewa meluncurkan smartphone terbaru sebab perusahaan-perusahaan AS tak sedang leluasa memasok beragam komponen seperti sebelumnya.

Kini, setelah penjualan pada konsorsium baru, Honor kembali bertekad melanjutkan kiprahnya dengan sempat terhenti, baik pada pasar China maupun manca negara. Meski menargetkan come back di pasar global, sejauh ini belum ada tanda-tanda bahwa Honor kembali menjual produknya di Nusantara. Namun dengan popularitas yang pernah diraih, bukan tidak mungkin suatu saat belakang merek Honor akan balik menyambangi konsumen di Tanah Air.