Jakarta, Selular. ID – Pengembangan smart village ataupun desa cerdas di Indonesia dinilai dapat mendorong peningkatan aktivitas dan produktivitas ekonomi di desa-desa. Tahu potensi tersebut, Telkom bersama Departemen Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi meramu pengembangan dan penerapan smart village melalui optimalisasi infrastruktur jaringan dan solusi ICT, dengan dikenal dengan nama Smart Village Nusantara.

Desa Kemuning di Jawa Tengah dan Daerah Pangandaran di Jawa Barat menjelma desa percontohan pengembangan Smart Village Nusantara.

Direktur Enterprise & Business Telkom, Edi Witjara dalam sambutannya mengatakan Smart Village Nusantara merupakan wujud dukungan Telkom terhadap Pemerintah dalam membangun Indonesia dari potensi di desa-desa.

“Melalui Smart Village Nusantara, Telkom hadir mendukung pengembangan ekosistem desa digital demi ekonomi desa yang berkelanjutan. Diharapkan ke depannya masyarakat di desa memiliki adopsi digital yang semakin baik dan akrab dalam menggunakan teknologi digital dalam mendukung berbagai aktivitasnya, ” ujar Edi.

Pengantara Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi mengapresiasi langkah Telkom di dalam menginisiasi pengembangan desa melalui program Smart Village Nusantara. “Desa merupakan masa depan Indonesia. Tiga sektor utama Indonesia yang tidak terkalahkan dari negara lain, yakni pertanian, perikanan, dan pariwisata. Tentunya tempat yang memiliki ketiga keunggulan tersebut harus dimaksimalkan, dibangun dan dibesarkan bersama. Semoga Desa Kemuning ini menjadi contoh bagi desa-desa dalam seluruh Indonesia, ” ujar Tabiat Arie Setiadi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serupa mengatakan hal yang tidak berbeda jauh. Ganjar mengharapkan agar melalui Telkom, entrepreneurship warga desa dapat tetap didorong melalui kompetisi dan kolaborasi sehingga desa dapat terus berkembang menjadi lebih baik lagi.

Pelaksanaan piloting Smart Village Nusantara difokuskan pada tiga arah utama, yakni Pemerintah, ekonomi serta sosial, dengan target implementasi dalam beberapa desa yang memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Bermacam-macam aplikasi pendukung digitalisasi desa digelar sesuai kebutuhan dan karakteristik tempat tersebut serta didorong optimalisasi pemanfaatannya untuk pengembangan berkelanjutan.

Sehingga proses pendampingan masyarakat pula menjadi bagian dari agenda piloting desa digital, agar masyarakat menjadi bisa dan terbiasa memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Pengembangan Desa Kemuning sebagai desa percontohan Smart Village Nusantara di Jawa Tengah ini menganjurkan kekuatan khusus bagi desa itu untuk dapat menjadi desa dengan lebih powerful dalam pemanfaatan ICT untuk pembangunan desa dan masyarakatnya.

Dukungan infrastruktur dan jaringan akses serta berbagai penyelesaian dan aplikasi yang digelar diyakini dapat mendorong pengembangan dan implementasi desa digital dengan maksimal khususnya untuk sektor pemerintahan, ekonomi, & sosial.

Aplikasi Pola Informasi Manajemen Pelayanan Desa (Simpeldesa), User Central Management (UCM), Dashboard Desa, Elektronik Monitoring dan Pertimbangan (E-Monev), e-Puskesmas, e-Posyandu, Pustaka Digital (PaDi), Bioskop Desa, Kasir Digital (iKas dan Bonum), e-Loket / Electronic Point of Sales (E-POS) dan Cashless Payment melalui QRen dan LinkAja! akan diimplementasikan buat dapat mewujudkan Desa Kemuning jadi desa yang mandiri dan semakin menyejahterakan warganya.

“Melalui Smart Village Nusantara dari Telkom ini, keseluruhan sistem berbasis digital yang dikembangkan dan diimplementasikan buat digitalisasi desa, demi mendukung prioritas pembangunan nasional dalam era revolusi industri 4. 0 sekaligus untuk mendorong keberlanjutan pembangunan nasional, membangun Indonesia menjadi lebih maju menuju Smart Nation, ” tutup Edi.