Jakarta, Selular. ID – Untuk memperkuat ekosistem AIoT sekaligus melengkapi jajaran produknya, Xiaomi baru saja meluncurkan pengering rambut Mi Ionic Hair Dryer pada Indonesia pada hari ini (18/6).

Mi Ionic Hair Dryer akan mulai dijual hari ini (18/6) di Mi. com, Authorized Mi
Store, Mi Store from Home, serta Xiaomi official store di Lazada, Shopee, Blibli dan
segera tersedia di Tokopedia. Dengan harga Rp 649. 000, produk ini mempunyai fitur rotasi udara panas serta dingin untuk menjaga kelembaban bulu, serta dilengkapi nosel udara  untuk pengeringan rambut lebih terfokus.

Kehadiran Mi Ionic Hair Dryer merupakan bagian dari muslihat Xiaomi dalam mendorong produk ekosistem bersama produk ponsel seperti dimaksud dalam strategi mesin ganda “Smartphone + AIoT”. Beberapa produk perangai hidup yang sudah diperkenalkan untuk pasar Indonesia sejak awal tahun seperti Wireless Charging Pad, Mi Motion-Activated Night Light 2, Mi Portable Electric Air Compressor, Mi TV 4 4K, Air Purifier 2H, dan  Robot Vacuum-Mop.

“Kami sangat senang sanggup menambah jajaran produk ekosistem dalam Indonesia untuk mendukung gaya hidup pengguna dan tentunya terus bertaut pada misi kami untuk memper produk inovatif dengan harga memang, ” kata Country Director Xiaomi  Indonesia, Alvin Tse, dalam bukti resmi yang diterima Selular. ID, Kamis (18/6).

Mengaji juga:   Redmi Note 9 Pro vs Realme 6 Memihak, Bagus Mana?

Sementara itu, laporan Kuartal I 2020, strategi “Smartphone+AIoT” merupakan faktor pokok yang memungkinkan Xiaomi terus bergeliat di pasar yang tertekan kelanjutan pandemi COVID-19 dengan hasil dengan luar biasa seperti pertumbuhan Year on Year (YoY) dalam  pengapalan ponsel di antara lima luhur produsen ponsel dunia.

Pendapatan selama tiga bulan baru tahun 2020 mencapai 49, tujuh miliar renminbi (Rp102, 9 triliun), menggambarkan pertumbuhan 13, 6 persen year-on-year atau YoY. Pada kuartal pertama tahun 2020, pendapatan Xiaomi dari segmen produk IoT & gaya hidup mencapai 13 miliar renminbi (atau 26, 9 triliun Rupiah*). Berkat tawaran produk IoT yang beragam dan fondasi usaha yang kokoh, Xiaomi meraih pertumbuhan pendapatan  7, 8 persen di tengah pandemi.

Sebagai pemimpin platform IoT dunia, jumlah perangkat IoT yang terkoneksi (kecuali ponsel pintar dan laptop) ke platform Xiaomi tumbuh menjadi 252 juta unit per 31 Maret 2020 atau tumbuh 42, enam persen YoY. Oleh karena tersebut, jumlah pengguna yang memiliki lima atau lebih perangkat yang terkoneksi pada platform milik Xiaomi (kecuali ponsel pintar dan laptop) menyentuh 4, 6 juta, tumbuh 67, 9 persen YoY.